Melani Suharli, Anggota DPR- RI Fraksi Partai Demokrat : AHY Simbol Anak Muda yang Tidak Takut Keluar dari Zona Nyaman

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta, 21 April 2018-Perkembangan dinamika politik Indonesia dua tahun belakangan banyak menguras energi kebangsaan yang begitu besar, apalagi disisa dua tahun kedepan Indonesia dihadapkan pada situasi politik yang mengarah kepada dua kutub besar politik yang semakin terbuka. Oleh karenanya butuh kekuatan alternatif yang tidak saja mewakili politik hari ini tapi juga mewakili konstituen milenial yang ingin terjun di ranah politik nasional, demikian dikemukakan Melani Suharli, anggota DPRRI Fraksi Partai Demokrat dalam sebuah kesempatan di Senayan, Jakarta.

Sebagai kader partai yang sudah mumpuni di ranah politik, Melani Suharli menggambarkan bahwa partainya sudah menemukan tokoh politik yang mampu menjawab keinginan politik dari kaum muda milenial bangsa ini. Sosok muda tersebut yakni Agus Harimurti. Sosok yang tepat sebagai pilihan Pemimpin Politik masa depan Indonesia.

Memberikan bantuan cap batik motif betawi kepada IKM Binaan Batik Terogong di Cilandak Jakarta Selatan

Seperti kita ketahui, terbukti Agus Harimurti mampu keluar dari zona nyamannya sebagai perajurit TNI yang memiliki karier yang baik. Dan sekaligus contoh kongkrit buat anak muda yang ingin memilih pemimpinnya diluar dari yang sudah ada saat ini.

Dengan kata lain, di tahun – tahun yang penting dalam demokratisasi politik di Indonesia. Apalagi melihat dinamika politik yang terus bergulir yang ditenggarai berkembang ke tengah-tengah situasi disintegrasi bangsa. Butuh darah segar serta warna baru politik Indonesia. Indonesia butuh ikon baru pemimpin bangsanya. Dan Partai Demokrat punya ikon baru itu, yakni Agus Harimurti, papar Melani.

Sebagai catatan, kita tahu Partai Demokrat telah turut memberi warna politik Indonesia dengan warna politik yang santun dan elegan. Namun sayangnya banyak kasus yang dilakukan oleh oknum-oknum Demokrat, sehingga mempengaruhi elektabilitas Demokrat. Tetapi kini kita bergairah lagi Demokrat mempunyai kembali icon dari internal sendiri yaitu AHY.

“Jadi meski kita belum bisa mengusung Presiden sendiri, tapi kita punya ikon yang bisa digadang-gadang agar politik Indonesia lebih bergairah dan untuk membina partai Demokrat untuk bisa masuk target 15% di tahun 2019 ini dapat tercapai,” urai Melani Suharli.

Sekarang ini eranya generasi milenial, dimana nanti pemilih pemula mencapai 80 juta orang. Dan Demokrat mempunyai ikon tokoh muda AHY, yang membangkitkan semangat para anak muda untuk aktif berpolitik di partai. Sehingga senior dan yunior bisa bersinergi memajukan bangsa ini, memajukan pula Partai Demokrat. Supaya politik Indonesia menjadi lebih fresh lagi, lanjutnya.

 

“Kan kalau dulu mungkin begitu-begitu saja. Tapi sekarang, ini loh generasi milineal, para pemilih pemula jaman now. Mereka dapat berkontribusi juga dalam pembangunan, sehingga kita para senior dapat mendukung para yunior untuk lebih maju lagi. Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja, karena estafet kepemimpinan itu harus berjalan mulus. Sehingga di tahun 2024 generasi baru inilah yang akan aktif di panggung politik nasional,” tegas Melani mengingatkan.

Jadi AHY ini simbol, agar anak muda jangan takut keluar dari zona nyaman, karena kita tau AHY seorang tentara berpangkat Mayor dengan jenjang karir yang masih panjang, tapi dia melepaskan itu mencari ke depan yang bagus untuk dirinya, di area yang berbeda. Ini menginspirasi anak muda untuk tidak takut keluar dari zona nyaman. Termasuk zona nyaman di ranah politik nasional, tentunya, tuturnya.

Jelang Pemilihan Presiden 2019, Melani Suharli yang juga selaku Presidium KPPRI (Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia), merasakan tahun politik saat ini sangat dinamis. Semakin banyak orang yang peduli terhadap politik, mulai dari ulama hingga masyarakat lainnya, untuk bisa melakukan perubahan. Dan fenomena ini semakin marak lagi dengan hadirnya media sosial. Dimana semua orang bisa mengakses informasi apa saja yang terjadi, termasuk di ranah politik. Dengan kata lain, sekarang orang bisa langsung mengomentari sebuah berita tanpa harus dia terjun ke dunia politik.

Meski kerap membuat kegaduhan, dirinya merasa fenomena ini baik buat demokrasi Indonesia dan untuk mendidik masyarakat agar lebih cerdas berpolitik. Jadi jangan asal saja berkomentar agar tidak timbul polemik karena dari pandangan-pandangannya yang berbeda-beda semua orang bisa mengambil intisarinya.

Dinamika politik yang tinggi memang kerap menaikkan tensi politik menjadi panas, namun hal itu bagi Melani tidak boleh merusak sistem demokrasi dan membuat Indonesia jadi pecah. Jadi kita berharap pemilihan Presiden, ya bertarunglah karena pasti ada yang menang dan kalah, tapi setelah itu kita tetap membangun Indonesia yang lebih baik.

(benksu/tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *