Lagu “Cing Ciripit” Jadi Fenomena 2 Film Hantu, Sajen dan The Secret

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta- “… Cing ciripit
Tulang bajing kacapit
Kacapit ku bulu pare
Bulu pare seuseukeutna
Jol pa dalang mawa wayang…Jrek-jrek nong, jrek-jrek nong …”

Cing ciripit merupakan lagu permainan sunda yang ditujukan untuk berhitung sebelum anak-anak melakukan permainan kucing-kucingan atau permainan sentuh berlarian. Cara mainnya pertama-tama anak-anak berkumpul dalam posisi melingkar, kemudian salah seorang anak biasanya yang lebih tua meletakkan telapak tangannya ke tengah lingkaran sambil berdiri, lalu anak yang lainnya meletakkan jari telunjuk mereka ke atas telapak tangan anak yang paling tua tadi, setelah itu anak-anak yang meletakkan jari telunjuknya masing-masing mengangkat dan menurunkan jari telunjuknya keatas telapak tangan sambil menyanyikan lagu cing ciripit.

Namun dimata sutradara Hanny R Saputra (Sajen) dan Arie Aziz (The Secret Suster Ngesot Urban Legend) seolah lagu permainan anak -anak ini dijadikan sebagai sarana memanggil “roh hantu gentayangan”. Sehingga jelas sesungguhnya, tidak ada korelasi yang benar antara lagu permainan anak anak di Jawa Barat ini dengan ritual memanggil hantu.

Film Sajen yang diproduseri Starvision dan Film The Secret yang didanai RA Picture, sama- sama mengemasnya dalam film hantu penasaran yang bergentayangan.

Film Sajen lebih kepada adanya cerita bullying di sebuah sekolah yang mengakibatkan sejumlah siswanya mati bunuh diri. Bahkan salah seorang siswi yang ingin mengakhiri bullying disekolahnya tersebut justru juga menjadi korbannya. Hantu penasaran pun bergentayangan ingin membalas dendamnya. Dan lagu Cing Ciripit permainan anak anak di pasundan pun berkumandang seolah untuk memanggil arwah penasaran.

Begitu juga Film The Secret yang menarik sutradara Suster Ngesot untuk kembali menggarap “suster ngesot” di sebuah rumah sakit kecil di daerah terpencil. Suster yang bercita cita menjadi artis ini (diperankan Marshanda) tertabrak oleh mobil Nagita Slavina, pacar dari Raffi Ahmad. Namun anehnya entah mengapa (tanpa sebab) suster ini dibunuh oleh Raffi Ahmad. Hantu suster yang mati inipun bergentayangan ingin membalas dendamnya kepada sang pembunuh. Akhirnya sang pembunuh mati dengan tragis oleh dendam suster sang hantu. Dan lagi lagi lagu Cing Ciripit permainan anak anak di pasundan pun berkumandang menandai hadirnya sang hantu.

Sementara dahulu sempat hadir lagu Dangdut fenomena yang populer dinyanyikan H. Rhoma Irama, yang judulnya mirip mirip Cing Ciripit, yakni Tung Keripit, dimana syairnya berbunyi ;

Tung keripit ahai tulang bawang
Kalau bibir tergigit sakit bukan kepalang
Tung keripit ahai tulang bawang
Kalau pacar yang gigit sakit tak mau bilang

Walaupun sakit tapi tidak dirasa
Itu karena adanya rasa cinta
Cinta bisa menghilangkan rasa sakit
Dan juga bisa menimbulkan penyakit

Sebuah dendang dangdut yang mengasyikan untuk mereka yang tengah dilanda asmara. Dimana syair lagu didalamnya begitu nakal menggoda. Ahaiii …

Disadari atau tidak, faktanya kini lagu permainan anak anak Cing Ciripit seolah sudah ditasbihkan sebagai lagu pemanggil roh hantu yang mati penasaran layaknya lagu pemanggil roh hantu yang kita kenal lainnya, Jalangkung. Jika dahulu lagu ini dinyanyikan dengan riang gembira dibawah sinar bulan purnama, kini lagu itu telah menjelma menjadi lagu yang penuh mistis dan penuh ketakutan. Karena untuk memanggil ruh gentayangan yang mati penasaran.

Inilah sumbangsih nyata dunia perfilman Indonesia sekaligus menambah deretan daftar lagu yang hadir di film horor Indonesia, seperti :

Mantra Jelangkung – Jelangkung
Jelangkung jelangsat
Di sini ada pesta
Pesta kecil-kecilan
Jelangkung jelangsat
Datang tidak diundang
Pergi tidak diantar

Nyanyian mantra Jelangkung ini terkenal lewat film Jelangkung (2001), yang dianggap sebagai kebangkitan horor Indonesia era milenium. Mantra ini digunakan dalam permainan tradisional untuk memanggil arwah makhluk halus.

Lingsir Wengi – Kuntilanak
Lingsir wengi
Sepi durung biso nendro
Kagodho mring wewayang
Kang ngreridhu ati

Syair Jawa yang diyakini memiliki kekuatan magis saat dinyanyikan. Lagu ini kian populer ketika Julie Estelle menyanyikannya untuk memanggil kuntilanak di film Kuntilanak. Sebenarnya, Lingsir Wengi merupakan syair yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan digunakan untuk menolak bala dan mengusir perbuatan makhluk gaib yang ingin mengganggu. Hanya saja, makna lagu ini berkembang sebaliknya. Liriknya yang dalam serta lantunan pelan diiringi alat musik tradisional membuatnya menakutkan dan justru identik dengan kedatangan hantu.

Antara Ada dan Tiada – Di Sini Ada Setan
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Harus padam dan berakhir

Kan selalu
Ku rasa hadirmu
Antara ada dan tiada

Bagian lirik ‘antara ada dan tiada’ menguatkan gambaran sosok hantu yang misterius. Tembang milik Utopia ini merupakan pengiring untuk serial Di Sini Ada Setan yang hit pada 2003 lalu. Kesuksesan serial horor ini membuat Di Sini Ada Setan diangkat ke layar lebar.

Boneka Abdi – Danur: I Can See Ghosts
Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka
Teu kinten saena sareng lucuna
Ku abdi di erokan, erokna sae pisan
Cing mangga tingali boneka abdi

Lagu milik band Sarasvati ini diciptakan oleh sang vokalis Risa Saraswati, seniman yang juga punya kemampuan berkomunikasi dengan makhluk gaib. Dia bersahabat dengan ‘kawan-kawan’ hantunya yang merupakan anak-anak di zaman kolonial. Lirik yang juga disematkan dalam lagu Story of Peter ini digemari oleh anak-anak Belanda yang dulu tinggal di Indonesia. Oleh karena itu, Risa dan ‘kawan-kawannya’ sepakat menggunakan lagu Boneka Abdi sebagai kode jika ingin bermain bersama. Setiap kali Risa ingin bermain dengan ‘teman-temannya’ itu, dia menyanyikanBoneka Abdi. Kisah pertemanan Risa itu diangkat dalam film Danur: I Can See Ghosts.Boneka Abdi menjadi salah satu lagu pengiringnya.

Kelam Malam – Pengabdi Setan
Di kesunyian malam ini
Ku datang menghampiri
Dirimu yang pernah berjanji
Sehidup dan semati

Tiap kali lagu ini bersenandung, menandakan hantu ibu yang menyeramkan datang. Sentuhan musik ’60-an di lagu ini, yang dipopulerkan Anna Manthovani, semakin memberi kesan kuno dan mistis. Lagu pengiring ini lekat dengan sosok ibu yang meneror keluarganya sendiri setelah kematiannya.

(tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *