Ketua IAI Berangkatkan Kloter 3 Relawan Apoteker Tanggap Bencana ke Lombok

SUARAINDONEWS.COM, Banten-Kloter 3 Relawan Apoteker Tanggap Bencana ke Lombok telah diberangkatkan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddie Pariang, Apt, melengkapi relawan relawan lainnya untuk membantu rumah sakit, puskesmas dan posko kesehatan di wilayah wilayah yang terdampak gempa, 20-27 September. Bahkan menurut rencana IAI PD Jawa Barat juga akan mengirimkan 4 relawan apoteker pada 25 September nanti.

Pelepasan relawan apoteker tanggap bencana kloter ke 3 berlangsung di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Bali, Samarinda dan Gorontalo.

Seperti diketahui, jelas Nurul Falah Eddie, sebelumnya IAI memberangkatkan kloter pertama dan kedua relawan apoteker tanggap bencana, dengan jumlah
masing-masing terdiri dari 11 apoteker yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua. Rlawan kloter pertama bertugas pada 6-13 September, disusul kloter kedua 13-20 September.

Dan pemberangkatan relawan apoteker atas biaya PP IAI ini merupakan bentuk kepedulian profesi apoteker atas penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Lombok akibat gempa bumi yang mengguncang pulau tersebut sejak akhir Juli lalu.

Sebelum mengirim relawan apoteker, PP IAI sudah mengirimkan bantuan melalui PD NTB, berupa dana dan barang seperti tenda, selimut, diapers dan pembalut. Sumbangan itu berasal dari pengurus daerah, pengurus cabang dan apoteker secara pribadi yang dikumpulkan melalui Dompet Apoteker Peduli Lombok yang dibukan 6-21 Agustus lalu. Donasi terkumpul sebanyak Rp 353.937.657, urai Nurul.

Dengan berjalannya waktu, bantuan logistik yang diterima Lombok terus berdatangan dari berbagai penjuru, sehingga IAI kemudian memutuskan untuk mengirim relawan apoteker tanggap bencana. Di Lombok para apoteker di sebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat. Kedua kabupaten tersebut adalah yang paling parah terdampak gempa. Yaitu di puskesma Gunung Sari, posko darurat Kekait, RS Lapangan BSMI, RSUP Mataram, puskesmas Nipah, puskesmas Gangga, puskesmas Kayangan, posko darurat Pemenang Timur dan puskesmas desa Santong.

Di fasilitas kesehatan tersebut, para apoteker melakukan kegiatan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh profesi tersebut , yaitu penataan logistik dan pelayanan kefarmasian. Disamping itu juga melakukan trauma healing terhadap anak-anak serta melakukan upaya promosi kesehatan (promkes) seperti edukasi pola hidup bersih dan sehat serta memberikan MPASI (Makanan pendamping ASI).

‘’Yang dibutuhkan masyarakat Lombok bukan lagi sekedar logistik, tetapi adalah kehadiran para relawan yang secara fisik dan psikis akan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka, yang tengah mengalami trauma yang dalam dan berkepanjangan,’’ ungkap Nurul.

Dengan keberadaan apoteker, perbekalan farmasi, berupa obat-obatan dan alat kesehatan dapat tertata dan terdokumentasi dengan baik. Pelayanan kefarmasian pun menjadi lebih lancar. Sejumlah organisasi yang bersama-sama hadir di lokasi bencana pun mengharapkan kedepannya dapat menjalin kerjasama lebih erat dengan IAI dalam menangani kondisi darurat bencana seperti di Lombok.

Hasil rapat koordinasi kegiatan relawan dan puskesmas yang digelar di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan KLU, Khairul Anwar, SKM, Mkes, (19/9) lalu mengeluarkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi pertama adalah meminta IAI untuk memberikan dukungan manajemen penyimpanan obat untuk semua puskesmas.

‘’Rapat yang dihadiri oleh para koordinator relawan ini menunjukkan, bahwa kehadiran apoteker sangat dibutuhkan disana,’’ tegas Nurul Falah.

Kehadiran para apoteker di daerah bencana Lombok ternyata mendapat apresiasi luar biasa dari tenaga kesehatan lain dan berbagai organisasi yang juga mengirimkan relawannya disana. Apoteker mampu mengatasi penataan logistik yang selama masa tanggap darurat sangat buruk. Logistik melimpah namun tidak tertata dan terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, pelayanan kefarmasian menjadi terhambat, pasien harus menunggu lebih lama sebelum menerima obat yang mereka butuhkan.

Jadi inilah peran serta relawan apoteker dari seluruh Indonesia, papar Nurul Falah usai pelepasan relawan, tutup Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddie.

(tjo; foto dok IAI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *