Kolaborasi Ditjen PDN Kementerian Perdagangan RI dengan KDEI Taipei Gelar “Aku Cinta Produk Indonesia”

Acara gelaran Indonesia Festival Aku Cinta Produk Indonesia yang diselengarakan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei berkolaborasi dengan  Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI dengan mengangkat tema “Aku Cinta Produk Indonesia”. Dalam sambutannya Didi Sumedi selaku Kepala KDEI Taipei, Taiwan menyampaikan bahwa Pada tahun 2018 lalu, total perdagangan Indonesia-Taiwan mencapai rekor tertinggi dalam 5 tahun belakangan di mana nilainya mencapai USD 8,83 miliar. Dari jumlah tersebut ekspor Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan di mana jumlahnya mencapai sekitar USD 5,5 miliar. Pencapaian ini sangat membanggakan bagi kami sebagai perwakilan Indonesia di Taiwan sekaligus berkontribusi secara positif terhadap dalam mengurangi defisit neraca perdagangan.

Sampai saat ini jumlah ekspor Indonesia ke Taiwan masih didominasi oleh barang non-konsumsi seperti batu bara, logam, bahan tambang, kertas, makanan dan minuman.

Selanjutnya kepala KDEI Taiwan, kita patut berbangga, saat ini di Taiwan untuk menemukan produk makanan dan minuman Indonesia sangat mudah. Terdapat kurang lebih 500 toko Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Taiwan memanjakan kita semua mendapati produk-produk Indonesia. Bahkan beberapa produk Indonesia tersebut sudah bisa didapat di toko ritelnya Taiwan, misalnya Carrefour, 7-11, PX Mart. Begitu juga untuk produk sepatu dan fashion buatan Indonesia mudah didapat di Nike Store, Adidas Tore, H&M dan Uniqlo. Nanti jika akan beli produk-produk tersebut, silahkan cek terlebih dahulu labelnya, jika Made in Indonesia maka tidak perlu ragu lagi untuk dibeli.

“Alhamdulillah beberapa produk Indonesia sudah sangat dikenal oleh masyarakat Taiwan, misalnya Mie Gemezz sudah biasa dijadikan bingkisan oleh orang Taiwan, Nissin Wafer, Indomie, Oreo, Kara Santan, dan dari furniture juga dikenal scanteak serta masih banyak yang lain. Mudah-mudahan produk-produk yang hadir hari ini di sekeliling kita juga makin dikenal di kalangan WNI dan juga masyarakat Taiwan, misalnya BALITO, GALEN SNACK, SOSRO, dan lain-lain,”. Ujar Didi di Taipei, Minggu (3/3/2019).

Kita ingin lebih banyak lagi produk Indonesia lainnya masuk ke Taiwan, baik kuantitasnya maupun keragamannya. Seiring membesarnya jumlah populasi WNI di Taiwan, kami berharap kinerja ekspor Indonesia ke Taiwan semakin baik. Maksudnya, WNI di Taiwan yang semakin banyak tersebut, tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga sekaligus membantu mempromosikan produk Indonesia.

Didi juga menyampaikan kepada warga negara Indonesia yang berada di Taiwan bisa berkontribusi lebih bagi perekonomian Indonesia, salah satunya membantu mengenalkan produk-produk Indonesia ke rekan-rekan orang Taiwan, ke majikan, dan sampaikan bahwa produk Indonesia yang masuk ke Taiwan punya kualitas sangat baik dan sudah sesuai standar Taiwan, artinya sangat aman dikonsumsi atau dipakai, dengan kata lain warga negara Indonesia yang berada di Taiwan menjadi duta produk Indonesia.

diakhir sambutannya Didi berpesan, kita ingin lebih banyak lagi produk Indonesia lainnya masuk ke Taiwan, baik kuantitasnya maupun keragamannya. Seiring membesarnya jumlah populasi WNI di Taiwan, kami berharap kinerja ekspor Indonesia ke Taiwan semakin baik. Maksudnya, WNI di Taiwan yang semakin banyak tersebut, tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga sekaligus membantu mempromosikan produk Indonesia.

Acara ini juga dihadiri Ninuk Rahayuningrum, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia beserta staff serta dimeriahkan oleh artis Yuli KDI . (EK ; Foto Dewi. S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *