Ini Wajah Pembunuh Dufi, Masih Diselidiki Motif Pasutri Pembunuh Dufi

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Kabiro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi (43) dibunuh pasangan suami-istri M Nurhadi dan Sari Murniasih. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka.

“Iya (pasangan) suami-istri, Pelaku ditangkap di tempat cucian motor “Omen” yang terletak di belakang kantor kelurahan Bantargebang, kecamatan Bantargebang, kota Beksasi sekira pukul 14.30 wib, “ ujar Dedi.

Dalam penangkapan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang merupakan miliki almarhum Dufi. Diantaranya ponsel, KTP, SIM, kartu ATM dan buku tabungan milik korban. Dua pasang sepatu dan dua bungkus plastik dengan kondisi tertutup rapat menggunakan lakban ditemukan di sebelah Water Kingdom, Mekarsari, Jalang Cileungsi-Jonggol, Kampung Cigarogol, kelurahan Mekarsari, kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pasutri tersebut keluar dari Polda Metro Jaya, Rabu (21/11/2018) siang menuju Polda Jawa Barat. Sat keluar dari ruang pemeriksaan Resmob Polda Metro Jaya, keduanya mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dengan tangan diborgol.

Polisi masih mendalami peran keduanya dalam kasus pembunuhan Dufi. Kasus ini ditangani Polda Jawa Barat dan Polres Bogor. “Pasangan pelaku. Nanti kan diperiksa, sebagai apa kan itu belum tahu,” ujar Dedi.

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki motif dan cara tersangka membunuh Dufi. Namun dugaan sementara motif pelaku adalah perampokan. “Hasil pemeriksaan awal itu perampokan. Dari pemeriksaan awal, kan masih didalami oleh Polda Jabar dan Polres Bogor,” kata Dedi.

Dufi, Alumni Universitas Muhammadiyah itu memulai karir menjadi wartawan Rakyat Merdeka, Indopos, Berita Satu, Inews TV. Selain membuka usaha advertising bernama PT Cahaya Gemilang, Dufi di akhir hayatnya juga menjadi staf khusus Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin dan bekerja sebagai tenaga lepas di TV Muhammadiyah.

Dufi ditemukan tewas bersimbah darah dalam sebuah tong plastik dengan tangan dan kaki yang diikat di kawasan industri Kembang Kuning, kecamatan Klapanunggal, kabupaten Bogor, Minggu (18/11/2018) pagi.

Mayat Dufi ditemukan di dalam drum pada Minggu (18/11), sekitar pukul 06.30 WIB ,di Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Diduga Dufi dibunuh di kontrakan M Nurhadi di Bojongkulur pada Sabtu (17/11).(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *