Ibu, Isteri dan 2 Anak Iwan Liman Mencari Keadilan Hukum 

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Hampir setahun sudah Melia Candra dan Siau Ing, Ibu dan isteri Iwan Liman mencari keadilan hukum bagi putranya dan juga ayah dari anak anaknya, Angeline dan Brian. Lantaran di tengah malam itu tiba tiba saja rumahnya di jalan Manyar Surabaya didatangi puluhan aparat pihak berwajib yang menanyakan keberadaan puteranya dan ayah dari kedua anaknya ini.

Tengah malam itu telah menjadi malam yang mencekam dan membingungkan lantaran ibunya maupun isterinya, tidak tahu menahu dimana keberadaan Iwan Liman, dan tidak mengetahui pula apa perkara yang dihadapi puteranya tersebut. Dan mulai tengah malam itu, tepat setahun sudah, Melia Candra dan Siau Ing, beserta anak anaknya, Angeline dan Brian, tak pernah lagi bertemu dengan ayahnya, Iwan Liman. 

Setelah malam malam yang mencekam itu dan penuh ketidakpastian, baru diketahui bahwa suaminya, Iwan Liman, telah dilaporkan oleh Rezky ‘Om Juki’ Herbiyono, dimana kedua putra putri Iwan akrab menyapa sahabat ayahnya itu,  atas pencurian dan penggelapan sebuah mobil mewah.

Siau Ing pun merasakan keheranannya untuk apa mencuri dan menggelapkan sebuah mobil mewah, sementara yang diketahuinya Iwan Liman selain berbisnis juga seorang yang gemar mengkoleksi mobil mobil mewah. Jadi untuk apa mencuri dan menggelapkannya, tanya Siau Ing dengan  berderai air matanya, seakan tak mempercayainya.

Belum habis rasanya menghadapi kejanggalan perkara suaminya ini, Siau Ing  telah dihadapi dengan curahan hati puterinya, Angeline yang menggunggah jeritan hatinya di istagram @netizenvoiceofindonesia tentang kerinduannya kepada sang ayah dan kerinduannya akan datangnya keadilan bagi ayahnya yang tidak bersalah. 

Apalagi setelah diketahuinya, disekolah anak anaknya pun, Angeline dan Brian, juga harus menghadapi guncingan serta cibiran dari teman temannya. Bahkan hingga ada orang tua murid yang melarang anaknya untuk bermain lagi dengan anak anaknya karena ayahnya di tahan di penjara. 

Tidak itu saja, keadilan yang dirasakannya tidak berpihak padanya pun semakin jelas menghimpitnya, saat diketahui ketika tengah melakukan upaya hukum, suaminya, Iwan Liman, harus pula menghadapi tuntutan tidak saja pencurian dan penggelapan (yang dituduhkan dan tidak pernah dilakukannya, red), tapi juga tuntutan perkara narkoba (lagi lagi perkara yang tidak pernah dilakukan dan disentuh Iwan, suaminya selama hidupnya, red), serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dimana juga tidak pernah dilakukan Iwan Liman sepanjang mengelola bisnisnya.

Melia Candra, sang ibunda Iwan pun terus mencari keadilan hukum bagi puteranya ke sejumlah lembaga hukum terkait diantaranya tidak saja ke Komisi Yudisial, Jamwas Kejagung RI, hingga ke Staf Khusus Presiden Joko Widodo yang menangani laporan permasalahan hukum masyarakat. Namun hingga kini belum ada titik cerah dimana keadilan hukum yang dipertanyakannya dapat terjawab. 

Melia Candra, merasakan tuntutan hukum yang dijatuhkan kepada puteranya sepertinya sengaja dipaksakan. Banyak keanehan dan kejanggalan sejak proses upaya hukum mulai dilakukan. Dimana puteranya, Iwan Liman seolah menjalani proses perkara hukum yang sangat cepat, hingga tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Yulianto Ariwibowo yang dengan sengaja memasukan perkara narkoba pihak lain kepada perkara yang dihadapi puteranya tersebut. Disamping putranya juga harus menghadapi 13 pasal tuntutan lainnya yang tidak pernah dilakukan puteranya ini.

Melia Candra dan Siau Ing, Ibu dan isteri, Iwan Liman, kini terus berjuang dengan sekuat tenaga mencari keadilan hukum yang harus ditegakkan tanpa diskriminasi. Upaya upaya hukum masih terus dilakukan, meski harus dibayar dengan segenap ketidakpastian hukum dan airmata keduanya. 

Mau kemana lagi dicari keadilan hukum ini jika di tingkat Kasasi sudah ditolak ? Apakah upaya hukum Peninjauan Kembali menjadi upaya hukum terakhirnya?

Melia Candra dan Siau Ing meyakini bahwa keadilan hukum akan didapatkannya walau mesti harus melawan sistem hukum yang telah diintervensi oleh oknum oknum pejabat tinggi hukum yang menjadi jejaring ‘mafia hukum’ selama ini. ‘Jangan Hukum Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas’, ucap keduanya dengan penuh doa dan harapan.

(tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *