GusNoeg Lahirkan Karya Lukis Dari Syair Damailah Damai Indonesia, Selamatkan Indonesia dan Putra Putri Bangsa Besar

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Setelah menghibahkan (murni, red) dua lukisannya (Jokowi Diponegoro dan Kaligrafi Islam, red), kepada Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) dan Tim Covid Buster (Prof. Joko Gunawan dan Hakim al Hady dkk, Agoes Noegroho – biasa disapa Goes Noeg kembali menghasilkan karya lukis fenomenalnya atas lirik lagu yang dimainkan Ote Abadi (Damailah Damai Indonesia, Selamatkan Indonesia dan Putra Putri Bangsa Besar, red).

Dan secara eksplisit, GusNoeg mengisyaratkan bahwa hanya dengan kembali memaknai ketuhanan di tengah tengah kehidupan berbangsa dan bernegara republik ini secara baik dan toleran maka menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan, kesatuan dan kedamaian bangsa ini.

“Untuk memelihara, untuk mempereratkan, untuk mempetahankan keberagaman di muka bumi ini hanya ada satu yaitu agama. Hukum-hukum manusia itu bisa di lewatin, nah dengan agama itu sebagai rem, tanpa itu gak bisa,” ungkap Goes Noeg saat perbincangan.

Dan Indonesia yang terdiri dari ratusan suku dan keberagaman budaya hingga Agama, harus di jaga kebersamaannya. Apalagi dalam masa new normal, atau setelah melewati masa masa sulit terkait pandemi ini yang mewabah di seluruh dunia, tentu harus dijaga kebersamaannya, jelas GusNoeg.

Hal itulah yang diterjemahkannya didalam lukisannya terdapat sejumlah lambang agama yang ada di Indonesia, yang mengelilingi bendera merah putih lambang negara serta dilatarbelakangi warna merah putih yang bersemukan warna oranye, bahkan hingga warna coklat yang kehitam hitaman serta spektrum cahaya warna warni yang menuju Ars nya.

Adapun warna merah putih yang nampaknya membaur, saling mengisi diantaranya, mengisyaratkan bahwa keberanian harus diisi dengan kesucian dan begitu juga sebaliknya, kesucian harus pula diisi dengan keberanian. Begitu pula, dengan warna merah yang berbaur dengan warna oranye bahkan ada warna warna gelapnya sedikit. Hal itu menunjukan bahwa negara kita ini sarat dengan suku, bahasa, adat istiadat, dan sebagainya yang harus diisi dengan persatuan, kesatuan, gotong royong, saling menghargai dan seterusnya, dimana semua itu merujuk ke satu titik yaitu satu Tuhan,” kata GusNoeg.

Begitu pula, tujuh garis emas yang menunjukkan tujuan tujuan yang akan kita lakukan, sebagai bangsa dan tentunya tujuan tujuan yang di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa, lanjutnya lagi.

Dan selanjutnya, karya lukis fenomenal GusNoeg dari lirik syair tiga lagu karya Ote Abadi (Damailah Damai Indonesia, Selamatkan Indonesia dan Putra Putri Bangsa Besar, red) inipun diserahkan kepada musisi, arranger, penyanyi sekaligus budayawan Ote Abadi, untuk seterusnya diserahkan Ote kepada Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) yang diwakili oleh Harry Koko Santoso, didampingi Elmo Milenialis GSUI (yang akan melakukan gerakan penanaman Pohon Ebony, red), IB Carma, dr.Edi Prasetyo dan Carl Ideas.

Ote Abadi menjelaskan bahwa lirik syair yang dinyanyikannya merupakan cermin indonesia sepanjang sejarah dan sampai hari ini. Dan itu telah disampaikan, telah di terjemahkan dan telah tervisualkan oleh GusNoeg. Dan yang paling menonjol bahwa di lukisan ini ada beberapa agama yang mestinya menjamin kedamaian perdamaian dengan toleransi beragama kita. Inilah yang di tuangkan dari tangan Goes Noeg.

Ote Abadi dan Goes Noeg berharap kedepan bisa berkolaborasi lebih besar lagi seperti Konser Kebangsaan yang bertepatan dengan 75 Tahun Indonesia Merdeka, hari ulang tahun negeri ini. Keduanya kedepan siap jika nanti akan bersinergi lebih luas lagi, lebih nasional, dengan musisi lain penyanyi lain, tegas GusNoeg.

(tjo; foto dok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *