Gunakan Motor, Kemensos Salurkan Bantuan Gempa Rp1,39 Miliar di Halsel

SUARAINDONEWS.COM, Saketa-Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1,39 miliar rupiah kepada korban gempa di Maluku Utara. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan bantuan tersebut lansung di distribusikan ke daerah-daerah terdampak di 9 desa. Kesembilan desa tersebut antara lain Desa Ranga-Ranga,Desa Gane Luar, Desa Samat, Desa Gaimu, Desa Kuwo, Desa Liaro, Desa Tomara, Desa Tomara, Desa Gane Timur, Desa Tanjung Jere, Desa Lemo Lemo.

“Sesuai arahan presiden Jokowi penangan korban bencana alam harus secepatnya. Untuk itu, Kemensos langsung memberikan bantuan berupa beras, lauk pauk, tenda dan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Tercatat sebanyak bangunan yang rusak di sembilan desa itu sebanyak 971 unit,” kata Harry di saat meninjau lokasi terparah di desa Gane Dalam, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Kamis (18/7/2019).

Harry menambahkan besarnya santunan bagi 6 korban meninggal masing-masing sebesar 15 juta rupiah. Keenam korban itu antara lain Keenam yang meninggal itu Aisyah (umur 54 tahun, Desa Ranga-Ranga Kec. Gane Barat Selatan), Aspar Mukmat (umur 20 tahun, Desa Gane Dalam Kec. Gane Timur Selatan), Sagaf Girato (umur 50 tahun, Desa Yomen Kec. Joronga), Aina Amin (umur 50 tahun, Desa Gane Luar, Kec. Gane Timur Selatan), Wiji Siang (umur 60 tahun, Desa Gane Luar, Kec. Gane Timur Selatan), Saimah (umur sekitar 90 tahun, warga Nyonyifi, Kec. Bacan Timur).

Harry lewat keterangan tertulisnya menjelaskan untuk bisa mencapai desa Gane Luar sebagai daerah terparah karena gempa tersebut tim bantuan kemensos harus menempuh perjalanan selama 10 jam perjalanan dari kota ternate. Tercatat sebanyak 380 unit rumah mengalami kerusakan di desa tersebut.

Hary mengatakan untuk bisa mencapai desa ini kami harus menggunakan speedboat selama 1 jam perjalanan menuju pelabuhan sofifi. Dari Sofifi dilanjutkan menggunakan kendaraan selama 5 jam menuju desa Matuting. Sesampai di desa Matuting perjalanan kita lanjutkan dengan menggunakan sepada motor selama lebih dari 2 jam.

“Pemilihan sepeda motor tersebut dikarenakan akses menuju kedua desa itu mengalami kerusakan akibat gempa,” kata Harry.(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *