Filosofi Aktingnya Didi Petet Menghidupkan Imajinasi Tidak Bisa Dicapai dengan Berpura-pura

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Aktingnya Didi Petet adalah Filosofi. Lantaran akting bukanlah berpura pura. Akting adalah hidup didalamnya dan menghidupkan dari sebuah dunia imajiner. Karena almarhum Didi Petet meyakini bahwa imajinasi dan apa yang dihasilkan oleh imajinasi tidak bisa dicapai dengan berpura pura.

Demikian Amato Assegaf, sang penulis buku Aktingnya Didi Petet, menukilkannya dalam sebuah pengantar yang tepat dan lugas bahwa imajinasi dan apa yang dihasilkan oleh imajinasi tidak bisa dicapai dengan keberpura-puraan. Itulah akting sesungguhnya, hidup didalamnya dan menghidupkan imajinasi serta apa yang akan dihasilkan imajinasi.

Buku 246 halaman yang sangat catchy dan handy ini, merupakan sebagian kecil upaya para punggawa Sena Didi Mime (SDM), Amato Assegaf dan Yuyu Aw Unru, untuk meletakkan ‘Filosofi Akting’ tidak hanya bagi para pelaku seni seperti penggiat seni, aktor atau aktris saja tapi juga bagi masyarakat luas termasuk didalamnya para politikus, birokrat, pengusaha maupun kalangan militer sekalipun.

Dan Amato yang berbicara lewat Video Call dari Menado pun menyakini bahwa buku Aktingnya Didi Petet boleh jadi adalah sebuah Proyek Besar yang bisa terwujud jika bergerak dalam langkah demi langkah kecil. Terbukti setelah hampir 16 tahun mengendap, buku saku dari filosofi akting dapat dihadirkan ke tengah masyarakat.

Sementara bagi Yuyu Aw Unru, yang sejak awal menerjunkan dirinya dalam dunia akting banyak kerinduan sepanjang 33 tahun bersama almarhum Didi Petet dan Sena A.Utoyo untuk berolah akting bersama. Bahkan satu hal yang diingatnya dan menjadi pedomannya, lewat dialognya dengan almarhum Didi Petet, bahwa Kekuatan Akting sesungguhnya adalah keyakinan atas kekuatan imajinasi yang akan kita hidupkan, urai Yuyu.

Dan secara filosofis Didi Petet mengungkapkannya dengan “Jika kamu meyakini akting adalah ilmu tentang bagaimana yakin pada diri sendiri untuk dapat meyakinkan orang lain. Maka yakinlah bahwa karunia itulah yang juga dimiliki oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa serta orang orang mulia yang dicintai oleh Allah dalam menyebarkan agama”.

Selanjutnya untuk memasuki lebih dalam buku Filosofi Aktingnya Didi Petet, penting dipahami bahwa menghibur adalah pekerjaan yang jauh lebih dari sekedar ‘hanya’ karena menghibur selalu berarti lebih dari sekedar memberi hiburan. Menghibur adalah segalanya yang harus dan bisa dilakukan. Dia memberikan segala yang dibutuhkan orang untuk memajukan hidupnya. Membuat dirinya menjadi lebih dari apa adanya. Memberinya kesemoatan untuk mengalami dirinya sebagai yang seharusnya.

(tjo; foto gha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *