Film Susy Susanti – Love All, Kisah Mahar Emas Perkawinan

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Setelah film biopik 3 Srikandi (Agustus 2016) yang disutradarai Imam Brotoseno dan diperankan Bunga Citra Lestari (Nurfitriyana), Chelsea Islan (Lilies Handayani) dan Tara Basro (Kusuma Wardhani), atlet pemanah perempuan Indonesia pertama yang memenangkan medali di ajang Olimpiade 1988. Kini Daniel Mananta dan Reza Hidayat, lewat Damn! i Love Indonesia Movies bekerja sama dengan Oreima Films dan East West Synergy tengah memproduksi Film Susy Susanti – Love All, yang akan dilaunching tahun 2019 mendatang.

Susy Susanti – Love All, tidak saja berkisah tentang perjalanan prestasi pebulutangkis putri Indonesia Susy Susanti, namun juga mengangkat kisah kehidupan ‘pasangan emas’ dari dunia bulutangkis, Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Hingga misteri dibalik perjuangan mereka untuk ‘merebut emas’ sebagai ‘mahar perkawinan keduanya’.

Susy Susanti banyak mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai ajang kompetisi bulutangkis dengan segenap kecintaannya pada Republik dan Rakyat Indonesia. Pernah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Piala Uber dan Piala Sudirman, Indonesia Open hingga medali emas Indonesia di ajang Olimpiade Barcelona 1992 (bersama sang suami, Alan Budi Kusuma).

Tak banyak film biopic yang dibuat oleh sineas tanah air, terutama di bidang olah raga, tercatat baru ada Film 3 Srikandi (2016), Susy Susanti – Love All (2019), dan juga Elyas Pical juara dunia tinju yang akan dirilis Robby Ertanto. Film biographical motion picture merupakan sebuah film yang mendramatisasikan kehidupan orang atau tokoh dalam kehidupan nyata. Film-film semacam itu menampilkan kehidupan dari seorang tokoh sejarah dan menggunakan nama asli dari karakter utama.

Film ini diperankan Laura Basuki (30) sebagai Susy Susanti, Dion Wiyoko (Alan Budikusuma), Farhan (Wakil Presiden RI Try Sutrisno), Lukman Sardi, Lenny (Liang Chiu Sia, pelatih Susy), dan masih banyak lagi.

Laura Basuki, yang sangat menginginkan sejak awal dapat di casting di film ini, justeru kini merasa nervous setelah didapuk memerankan tokoh legendaris di dunia bulu tangkis ini. Dan untuk lebih merasakan apa yang dirasakan dan dialami Susy, Laura Basuki mempersiapkan waktu selama 4 bulan untuk latihan fisik dan badminton khusus bersama pelatih Susy, Liang Chiu Sia.

Generasi muda kita bisa merasakan seperti apa masa kejayaan bulutangkis Indonesia. Kisah perjuangannya perlu disebarkan untuk generasi muda. Film akan mengupas sisi terdalam mengenai Susy Susanti ketika menjadi atlet. Apa yang dia pikirkan dan Apa yang dirasakannya. Kedisplinan, proses, perjuangan, keringat dan tangisan air matanya.

Film character building di era milenials ini memperlihatkan proses, disiplin, kegigihan dari seorang perempuan dari Tasikmalaya. Dimana semua orang mengharapkan dan membebankan kemenangan padanya sebagai world cup indonesia,” ungkap Daniel Mananta di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Film biopik di Indonesia secara umum statistiknya menunjukkan kenaikan yang positif , dimana dari tahun 2011 hingga 2017, industri film Indonesia telah menelurkan 18 film biopik. 18 film dalam 6 tahun saja. Dan Tren itu sepertinya masih akan terus berlanjut.

(tjo; ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *