Festival Pranata Adat dan Budaya Teluk Bima untuk Perdamaian Aktifkan Forum Diskusi Desa Wujud Ketahanan Sosial dan Ekonomi

SUARAINDONEWS.COM, Bima-Bertemakan Festival Pranata Adat dan Budaya Teluk Bima untuk Perdamaian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bima menggelar kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (07/07). Tepatnya di Taman Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, yang sekaligus merupakan bagian dari acara Festival Sail Teluk Bima Tahun 2019 dan Hari Jadi Kabupaten Bima yang ke 379 tahun.

Kegiatan Festival ini pun dibuka dengan pemukulan lesung bersama-sama oleh Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, Jena Teke Sultan Muda Bima, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kemendesa PDTT Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Hasrul Edyar, S.Sos MAP, disaksikan tamu undangan VIP lainnya serta Asdep Penanganan Konflik sosial, Drs. Ponco Respati N, Msi, perwakilan dari Direktorat Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Viktor Siahaan.

Sesungguhnya festival ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sinergitas yang telah berlangsung sebelumnya. Diantaranya, Workshop Forum Perdamaian dan Sinergitas antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Bima.

Kemudian kegiatan Keserasian Sosial, yang dilaksanakan di Desa Kenanga dan Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Sedangkan pelaksanaan kegiatan Workshop Forum Perdamaian, melibatkan BAPPENAS RI, Kabid Perlindungan Hak Perempuan DP3AP Provinsi NTB, Kesbangpoldagri Kabupaten Bima, Kasat Intel Polres Bima, Komandan Kodim 1608 Bima, Akademisi STKIP Bima, Kejaksaan Negeri, Anggota DPRD Kabupaten Bima sebagai narasumber. Dan para peserta kegiatan terdiri Camat, Kepala Desa, Pendamping Desa, Tokoh adat dan Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dimana kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yakni dari tanggal 5 – 6 Juli 2019 di Hotel Lambitu dan kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya untuk Perdamaian merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan atas sinergitas 3 (tiga) Kementerian ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu mengapresiasi kesuksesan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran pemanfaatannya sehingga dapat meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat desa dan Pemerintah Kabupaten. Sekaligus mengungkapkan kebanggaannya terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang masyarakatnya hidup damai bergandengan tangan membangun Kabupaten Bima.

Aisyah Gamawati pun mengharapkan melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk Perdamaian dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali Forum Diskusi Desa untuk mewujudkan ketahanan sosial maupun ketahanan ekonomi. Dan kegiatan Festival Pranata Adat bertujuan agar semakin menumbuh-kembangkan kecintaan terhadap keragamaan budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk merekatkan kembali nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian. Disamping itu kegiatan tersebut menjadikan masyarakat lebih mencintai adat dan budaya daerahnya.

Sementara itu, Indah Dhamayanti Putri, Bupati Bima dalam paparannya mengapresiasi kegiatan ini kepada Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT karena telah memilih Kabupaten Bima sebagai lokasi dilaksanakannya kegiatan penguatan pranata adat tahun 2019. Sebagai bentuk perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Pusat khususnya untuk masyarakat Bima.

Dan di Hari Jadi Bima yang ke 379 tahun, dimana Festival Budaya Teluk Bima ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Festival Budaya dan Adat tersebut, diharapkan menjadi ajang untuk menggali, mengembangkan nilai seni budaya serta melestarikan dan memelihara khasanah budaya bangsa. Sekaligus mempromosikan berbagai potensi tempat wisata dan produk wisata yang ada di Kabupaten Bima, untuk mewujudkan Kabupaten Bima destinasi wisata dunia.

Apalagi berbagai elemen masyarakat terlibat didalamnya, sehingga kegiatan festival budaya ini dapat membawa Bima yang RAMAH (Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal), lanjut Indah Dhamayanti Putri lagi.

Kegiatan festival dimeriahkan Lomba Perahu Hias, kolaborasi Tarian Tradisional (oleh sejumlah sanggar), dan Drama Kolosal yang mengisahkan sejarah kembalinya sang putra mahkota. Acara pun dilanjutkan Penandatanganan Deklarasi Damai oleh perwakilan masing-masing pranata adat untuk menyampaikan deklarasi damai. Selanjutnya dilakukan peninjauan stand Expo BUMDES oleh Bupati Bima bersama pejabat Kementerian Desa PDTT.

Patut diketahui bersama bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari Nawacita Pertama yaitu Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan Nawacita Ketiga yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kabupaten Bima merupakan satu dari 24 kabupaten daerah tertinggal yang menjadi lokus Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kemendesa PDTT dalam bidang penanganan konflik sosial pada tahun 2019 dan merupakan salah satu lokus sinergitas Kementerian Lembaga yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial melalui pendekatan harmoni budaya dan adat untuk membangun kerukunan dan perdamaian di kabupaten Bima.

(teguh/pung; foto dok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *