Fary Francis Ingin Reformasi PSSI dengan Cinta

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Calon Ketua Umum Fary Francis ingin membangun dan mereformasi PSSI wajah baru dengan penuh penuh cinta. Dengan dukungan penuh dari Indonesiaa Football Ambassador (IFA), pengelolaan sepakbola nasional diyakini akan membuahkan hasil.

“Kami ingin membangun PSSI wajah baru dengan cinta. Kami sudah dapat dukungan dari legenda timnas ingin ada perubahan di tubuh PSSI, ada reformasi. Kami yakin bisa mengelola sepakbola yang baru penuh dengan hati,” kata calon ketua umum PSSI Fary Francis seusai menggelar laga peduli gempa Maluku bertajuk ‘PSSI Baru dengan Cinta’ di Lapangan Sepakbola Aldiron, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2019).

Laga amal IFA-MAS yang berakhir 3-1 itu ditujukan bagi korban gempa Maluku itu dimenangkan oleh IFA. Total dana terkumpul dalam laga amal tersebut sebear Total dana yang terkumpul pada laga amal tersebut adalah Rp105 juta dari beberapa sumbangan para komite eksekutif dan sponsor. Donasi tersebut diterima secara langsung oleh Hendrik Lewerisa selaku anggota DPR RI dari Maluku

“Hari ini kami melakukan laga amal teman-teman dari Indonesia Football Ambassador, atau teman legenda dari timnas bersama dengan tim Maluku All Star. Mereka ingin menunjukkan sepakbola itu cinta, sepakbola itu penuh kepedulian itu datang dari hati,” kata Fary.

Dalam laga tersebut hadir calon ketua umum, calon wakil ketua umum, dan calon anggota komite eksekutif (Exco) PSSI. Diantaranya Yesayas Octavianus; Beny Erwin; Esti Puji Lestari; Erwin Mahyudin; David Sulaksmono; dan Nasir Salassa. Seluruhnya hadir murni mengumpulkan dana terhadap korban gempa Maluku.

“Kami ingin menunjukkan sepak bola itu cinta. Sepak bola itu penuh kepedulian yang datang dari hati. Teman yang tergabung sebagai legenda Indonesia mengundang calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Exco. Mereka ingin pengelolaan sepak bola nasional seperti tema kami,” ujar Fary Djemy

Hal senada dikatakan oleh lagenda hidup sepakbola nasional Herry Kiswanto. Libero nasional era 1980-an itu juga menginginkan PSSI dipimpin oleh figur yang harus cinta terhadap sepakbola. Tanpa, hal itu persepakbolaan tanah air tidak bakal maju.

“Jangan ada hal-hal yang sifatnya berkompetisi dengan tidak sehat. Kami harus mencintai, menjiwai sehingga seni dalam sepakbola itu betul betul keluar, karena dengan ini Insya Allah sepakbola kita akan berkembang,” kata Herry.

David Sulaksmono, mantan pesepakbola klub Jayakarta di Galatama yang juga, calon Exco PSSI dan legenda Timnas, menyebut bahwa cinta harus dipakai saat bermain sepak bola. “Sepakbola memang harus dimulai dari lapangan. Prestasi juga terlahir dari lapangan dengan permainan sepenuh hati,” kata David, salah satu anggota skuad di Piala Dunia U-20 Indonesia yang dikalahkan oleh Diego Armando Maradona dkk, pada 26 Agustus 1979.(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *