Eva Bande dan Sedulur Sikep Pertahankan Tanah Adat Menerapkan Kearifan Lokal, Menjaga dan Merawat Ibu Bumi

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Yap Thiam Hien Award tahun 2018 kali ini diberikan kepada Eva Bande dan Sedulur Sikep, karena dianggap memiliki kontribusi besar dalam menjaga lestari lingkungan. Perjuangan keduanya untuk mempertahankan tanah adat dari kerusakan lingkungan maupun yang menerapkan kearifan lokal untuk menjaga dan merawat Ibu Bumi.

Eva Bande, dikenal belasan tahun malang melintang di gerakan agraria ini berjuang untuk membela dan mendampingi petani Toili yang mempertahankan tanah adat dari kerusakan alam di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Bahkan Eva sempat ditangkap dan dipenjara pada tahun 2010 dan pada Desember 2014 dibebaskan dengan grasi dari Presiden. Saat ini Eva juga tengah mengupayakan pemberian sertifikat hak tanah adat di Luwuk sesuai program reforma agraria di era Presiden Joko Widodo.

Sementara Sedulur Sikep, merupakan kelompok masyarakat yang dengan kejujuran, kepolosan serta keajegan menjaga harmoni alam dalam interaksi sosial di wilayah Pegunungan Kendeng. Nilai nilai leluhur yang hingga kini menjadi laku dasar komunitas Sedulur Sikep adalah “tugas manusia sekedar menjaga, merawat dan memanfaatkan alam, bukan malah merusak apalagi mengubah bentang alam.”

Dan nilai inilah yang diyakini bahwa Jawa Tengah merupakan lumbung pangan Nusantara, sehingga memberikan pemahaman akan pentingnya air dan tanah bagi kehidupan. Prinsip ini pula yang kemudian melahirkan nafas panjang perlawanan terhadap pertambangan dan industri semen di Jawa Tengah.

Eva Bande dan Sedulur Sikep didapuk sebagai peraih Yap Thiam Hien Award 2018 oleh Dewan Juri Prof. Makarim Wibisono, PhD (Diplomat Senior), Clara Joewono (pegiat isu politik dan HAM), Yosep Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Henny Supolo (aktivis pendidikan), Maria Hartiningsih (aktivis perempuan dan jurnalis senior), Imdadun Rahmat (pegiat isu pluralism) dan Haris Azhar (pegiat isu Hukum dan HAM).

Keduanya terpilih diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2018. Pada Sidang Dewan Juri pertama, 19 November 2018, masuk 25 nama dan tersaring menjadi 20 nama kandidat. Kemudian tersaring dalam proses lanjutannya 4 nama kandidat untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Pada Sidang Dewan Juri kedua, 23 November 2018, terpilihlah Eva Bande dan Sedulur Sikep sebagai Peraih Yap Thiam Hien Award 2018.

Anugerah Yap Thiam Hien Award 2018 ini diberikan kepada Eva Bande dan Sedulur Sikep atas dasar adanya sederetan tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2018, dimana Indonesia dihadapkan dengan serangkaian bencana alam.
Bencana alam itu menjadi bukti bahwa kita tidak boleh mengabaikan kelestarian alam apalagi merusaknya. Hikmah penting dari bencana alam adalah pembelajaran bagi bangsa ini akan semakin pentingnya merawat dan melestarikan alam.

Keteladanan Eva Bande an Sedulur Sikep semakin bermakna karena perjuangannya sebagai Masyarakat Adat. Masyarakat adat adalah salah satu kelompok minoritas yang kerap menjadi korban persekusi, represi dan tirani. Akibat status minoritasnya, perjuangan mereka sering dilemahkan dengan persekusi berupa fitnah, adu domba, hasutan kebencian atau tindakan intoleransi.

Perjuangan Eva Bande dan Sedulur Sikep juga mengirim pesan moral bagi pemerintah dan anggota legislatif yang akan datang untuk merancang pembangunan yang berbasis HAM. Pembangunan tidak boleh lagi mengabaikan elemen hak-hak masyarakat. Pembangunan justru harus diorientasikan kepada terpenuhinya hak-hak masyarakat, hak-hak politiknya dan hak-hak mereka atas ekonomi, sosial dan kebudayaan. Pemerintah dan legislatif yang akan datang juga harus membuat koridor yang lebih efektif bagi para pelaku bisnis dan pelaku usaha untuk lebih sensitif terhadap hak masyarakat.

Hal ini penting karena menurut data Komnas HAM, setelah Reformasi, kecenderungan korporasi menjadi pelaku pelanggaran HAM semakin meningkat. Korporasi menggeser aktor Negara sebagai pelanggar HAM utama. Karenanya mainstreaming HAM dalam dunia usaha melalui wacana “Bisnis dan HAM” harus didorong oleh pemerintah dan parlemen yang akan datang.

Berdasarkan catatan tersebut Dewan Juri Yap Thiam Hien Award 2018 memilih Eva Bande dan Sedulur Sikep sebagai Peraih Yap Thiam Hien Award 2018 yang dianggap sesuai dengan kondisi HAM di Indonesia saat ini.

(tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *