Era Digital, BWI Jaring Generasi Milenial

Jakarta-Guna menjaring potensi wakaf lebih mendalam khususnya generasi milenial, Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperluas sosialisasi wakaf lewat digital.

“Ekspansi wakaf bisa dilakukan melalui sosialisasi teknologi digital dikarenakan penetrasi internet semakin besar. Saat ini sudah ada 132,7 juta penduduk Indonesia terkoneksi internet. Jadi ada peluang bagi Indonesia untuk memperluas ekspansi wakaf, ” ujar Ketua BWI, Muhammad Nuh di Jakarta, Selasa (14/5/2019) malam.

 

Selain itu, M. Nuh mengatakan teknologi digital bisa menyederhanakan hal-hal yang sebelumnya rumit, pada akhirnya bermuara ke sisi biaya yang lebih efisien.

“Dengan digital, semua jadi lebih minim biaya,” kata M. Nuh.

M. Nuh juga menambahkan sosialisasi wakaf juga bisa diperluas ke generasi milenial. Caranya, BWI menyosialisasikan kepada mahasiswa di kampus-kampus, melalui “Waqaf Goes to Campus”.

Adapun sejumlah universitas yang sudah diajak kerja sama oleh BWI antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Negeri Bandung, dan Universitas Airlangga. Kemudian, ada lagi Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Brawijaya.

Dalam perkembangan sosialisasi wakaf, selama ini masyarakat belum mengetahui definisi wakaf. Pasalnya, masyarakat mengenal wakaf hanya terbatas pada harta tidak bergerak, seperti tanah yang diwakafkan untuk masjid, lembaga pendidikan, dan lahan pemakaman, padahal konsep wakaf sudah berkembang.

“Sekarang, wakaf sudah mulai ke uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak property right,” katanya.(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *