Dua Jabatan Panglima Diserahterimakan di Kolinlamil

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Pergeseran mutasi kembali bergulir di beberapa pejabat teras di lingkungan TNI Angkatan Laut. Jumat (19/8), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P memimpin Upacara Serah Terima Dua Jabatan Strategis TNI AL, yaitu Jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), dan jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), yang berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta.

Serah terima ke dua jabatan tersebut, yaitu jabatan Pangarmabar diserahterimakan dari Laksda TNI Siwi Sukma Adji, S.E. kepada Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos., selanjutnya Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji, S.E. yang lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XXX tahun 1985 ini, dipromosikan menjabat Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrenum) Panglima TNI. Sedangkan Pangarmabar yang baru Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. sebelumnya menjabat Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil).

Sedangkan jabatan Pangkolinlamil diserahterimakan dari Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. kepada penggantinya Laksma TNI I Gusti Putu Wijamahaadi, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal.

Dalam amanatnya, yang disampaikan saat upacara, Kasal mengatakan, serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut merupakan aktualisasi dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Laut yang memiliki nilai dan arti strategis. Hal ini berkaitan erat dengan dinamika pembinaan organisasi secara menyeluruh untuk memberikan penyegaran melalui ide dan gagasan yang inovatif bagi peningkatan kinerja organisasi.

Menurut Kasal, Koarmabar dan Kolinlamil adalah komando utama (Kotama) pembinaan dan operasional TNI Angkatan Laut. Koarmabar bertugas membina kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan negara di laut serta melaksanakan operasi laut sehari-hari, operasi tempur laut dan proyeksi kekuatan ke darat dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut.

Sementara itu, Kolinlamil mengemban tugas membina kemampuan sistem angkutan laut militer dan potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara. Selain itu, melaksanakan angkutan administratif, taktis maupun strategis TNI/Polri dan melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka pembangunan nasional.

Dia juga berharap secara eksternal, segenap personel di jajaran Koarmabar dan Kolinlamil perlu senantiasa menghindari tindakan, sikap dan perilaku yang dapat menyakiti hati rakyat dan menimbulkan antipati.

“Saya juga berharap agar selalu menjalin koordinasi yang harmonis dengan instansi terkait, baik sipil maupun militer, sehingga dapat menjaga dan mendukung terciptanya kerukunan, kesatuan dan harmonisasi di antara segenap komponen bangsa,” ujar Kasal

Pangarmabar yang baru Laksda TNI Aan Kurnia, S. Sos., menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan-32 tahun 1987, selanjutnya menempuh kursus dan pendidikan antara lain, Kursus Perwira Remaja (1987), Kursus Helly Deck Party (1988), Intensive English Course (1989), Kursus Korbantem (1989), Kursus Perwira Pemeriksa (1992), Kursus Scuba Diver (1993), Dikspespa Senjata Bawah Air Angkatan-6 (1992/1993), Kursus Cawak Parchim (1995), DITC dan JOMSP Australia (1995), KPPK PFK Jerman (1996), Diklapa II Koum Angkatan-11 (1997/1998), Seskoal Angkatan-39 (2001), NESP Jepang (2002), Sesko TNI Angkatan-37 (2010) dan Lemhannas PPSA RI Angkatan-20 (2015).

Selama berdinas di TNI Angkatan Laut telah menduduki berbagai jabatan antara lain, bertugas di Staf Koarmatim sebagai Paban Operasi Staf Operasi Guspurlatim, Asisten Operasi (Asops) Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Staf Mabesal sebagai Paban III Latihan Staf Operasi dan Sebagai Kepala Dinas Hidro Oseonografi Angkatan Laut (Kadishidros).

Penugasan di lembaga pendidikan dilaluinya di Kobangdikal sebagai Kepala Departemen Strategi Pusat Latihan Elektronika dan Sistem Kendali Senjata (Puslatlekdalsen).

Penugasan sebagai Komandan Unsur antara lain Komandan KRI Tjiptadi-381, Komandan KRI Teluk Semangka-512, Komandan KRI Fatahillah-361, bertugas di Komando Pelaksanaan Pembinaan sebagai Komandan Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim, Satuan Tugas Yekda Landing Platform Dock (LPD) di Korea sebagai Padiklat, Komandan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim dan Komandan Komando Latihan (Kolat) Koarmatim, serta bertugas di Komando Pelaksana Dukungan Operasi sebagai Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon dan di Komando Pelaksana Operasi sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim, Kepala Staf Koarmatim dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (2015 -2016).

Selama pengabdiannya telah memperoleh tanda jasa antara lain Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Santi Dharma, Satya Lencana Dharma Nusa dan Lencana Komandan KRI.

Sedangkan Pangkolinlamil yang baru Laksma I Gusti Putu Wijamahaadi, S.H. adalah Alumnus AAL angkatan XXIX tahun 1984. Putra asli Bali ini sebelumnya berdinas di Markas Besar (Mabes) TNI AL sebagai Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal.

Karier militer Laksma TNI I Gusti Wijamahaadi, S.H. dimulai sejak dilantik sebagai perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua pada tahun 1984. Kemudian penugasan telah diembannya mulai dari penugasan baik di KRI maupun di Staf. Penugasan di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diawali dengan penempatannya sebagai Pakom KRI Nala-363 tahun 1984, selanjutnya berpindah-pindah penempatan di KRI sampai tahun 2002 antara lain sebagai Palaksa dan Komandan KRI Harimau-655 tahun 1987 dan Komandan KRI Sungai Gerong-906 1995. Selanjutnya pada tahun 1996 menjabat Komandan KRI Sorong-911, tahun1998 usai mengikuti Dikseskoal menjabat Komandan KRI Wiratno-379. Jabatan Komandan KRI terus dipegangnya tahun 1999 Komandan KRI Rencong-622, tahun 2001 menjabat Komandan KRI Fatahillah 361 hingga tahun 2002 menjabat Komandan KRI Ki Hajar Dewantara 364.

Selesai mengikuti Sesko TNI tahun 2003, kembali berdinas di Armatim sebagai Asisten Operasi (Asops) Lantamal V, dilanjutkan sebagai Komandan Lanal Denpasar tahun 2004. Pada tahun 2005 kembali berdinas di Koarmatim sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat). Selanjutnya pria kelahiran Singaraja, Bali ini masuk ke Mabesal sebagai Paban VI Binkuat Sopsal, berlanjut sebagai Kas Guspurlatim, Asrena Koarmatim hingga akhirnya mengikuti Pendidikan Lemhanas pada tahun 2010. Kemudian jabatan bintang satu dijabatnya saat menjadi Komandan Pusdikma Kodiklat TNI, dan setahun kemudian menjadi Komandan Lantamal X Jayapura, serta tahun 2013 menjabat Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Mabes TNI AL, dan Juli 2015 dipercaya menjabat Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal.

Sementara itu berbagai pendidikan militer yang pernah ditempuh Laksma TNI I Gusti Putu Wijamahaadi, S.H, sejak menyelesaikan pendidikannya di AAL tahun 1984, dilanjutkan pada tahun yang sama mengikuti Suspaja, Suspariksa tahun 1988, Dikspespa SBA 1989, Sustorpedo SUT 1989, Diklapa II/Koum 1991/1992.

Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan 35 tahun 1997/1998 dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Angkatan 30 tahun 2003. serta Lemhannas RI PPRA Angkatan ke-45 tahun 2010.

Berbagai tanda jasa atas pengabdiannya kepada negara selama berdinas di TNI AL telah diterima yaitu Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI dan XXIV tahun, Satya Lencana Dwidya Sistha, Kebaktian Sosial, Wira Dharma, Wira Nusa, Dharma Samudera dan Dharma Nusa.(Sgt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *