CSR LPCI Pembangunan Berkelanjutan Butuh Harmonisasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat

SUARAINDONEWS.COM, Sulsel-Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr, dalam pernyataannya yang disampaikan Jumras Kepala Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa Sekretariat Propinsi Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa peletakan batu pertama pada pelaksanaan Pilot Project Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri oleh Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) di Dusun Billa, Desa Damai Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan, 27/2, sebagai salah satu upaya dalam pembangunan berkelanjutan di Propinsi Sulawesi Selatan yang menghendaki adanya hubungan yang harmonis dan kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat.

“Apalagi di dalam keterbatasan sumber daya sering kali pemerintah mengalami kendala dalam mencari solusi terhadap permasalahan masyarakat yang ada seperti kesenjangan ekonomi yang semakin lebar, kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya. Oleh karenanya, diharapkan dapat saling berkoordinasi demi kelancaran program ini, sehingga propinsi Sulawesi Selatan betul-betul menjadi pilot project Program Indonesia Terang untuk kemudian diterapkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr.

Sementara Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman MM yang diwakili Camat Maros Andi Irfan menyampaikan bahwa CSR merupakan salah satu program yang dimiliki setiap perusahaan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder atau lingkungannya. CSR sudah menjadi konvesi dunia, dimana suatu perusahaan yang beroperasi disuatu tempat, wajib hukumnya memberikan satu tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Diproyeksikan potensi dari dana CSR ini sangat besar jumlahnya, dana CSR ini akan dibagikan kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan sehingga dapat membantu pelaksanaan program pemerintah dalam hal pembangunan, papar Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman MM.

Hadir pada peletakan batu pertama Pelaksanaan Pilot Project Progam Indonesia Terang Elektrifikasi Mandiri dan Infrastruktur Sipil Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) di Dusun Billa, Desa Damai Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan, 27/2, Letnan Kolonel Gathot (Monitoring Saber Pungli Kemenpolhukam); Davey Oktavianus Patti, staff ahli hukum Kemenpolhukam; Andi Muhammad Irfan ST, anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi PAN; Dandim 1422 Maros diwakili Kapten. TNI Ahmad dan Kapolres Maros diwakili Inspektur Polisi Dua Wahyudin. Sedangkan dari LPCI hadir Eko Yuliarto Kepala Divisi Perencanaan LPCI mewakili Ketua Umum LPCI, para Ketua Umum Asosiasi (Ketua Umum Pepci Taslim; Ketua Umum Gappenas, Dede Koswara; Sekretaris Umun Gappenas, Ashari Djamil; Ketua Umum Mipcindo, Gusthia; Wakil Ketua Umum Gapcindo, Sanusi).

Selanjutnya, Ketua Umum PEPCI (Perkumpulan Pengelola CSR Indonesia) Taslim menyatakan bahwa peletakan batu pertama pada pelaksanaan Pilot Project Program Indonesia Terang untuk infrastruktur sipil dan elektrifikasi mandiri oleh LPCI di Dusun Billa, Desa Damai Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan, 27/2, didukung sepenuhnya oleh perangkat desa dan masyarakat desa penerima manfaat. Dan kedepan diharapkan semua potensi dana CSR yang ada, dapat kita petakan dan kita maksimalkan penggunaannya bagi kesejahteraan masyarakat, imbuh Taslim.

Pilot Project Program Indonesia Terang merupakan kegiatan yang juga dikembangkan Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI), berkerjasama dengan para asosiasi dan mitra asosiasi, seperti di Propinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumsel, dalam hal pemenuhan kebutuhan akan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya.

Seperti diketahui, LPCI merupakan lembaga independen yang mengkoordinasikan CSR dari seluruh perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional yang ada di Indonesia dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI. LPCI hadir dengan maksud dan tujuan menumbuh kembangkan kesadaran perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional untuk melaksanakan aturan CSR di seluruh wilayah Republik Indonesia sesuai dengan regulasi pemerintah yang ada serta mengelola atau mengkoordinir serta menyalurkan dana CSR ini secara transparan dan akuntabel, dimana salah satunya adalah melaksanakan pilot project Program Indonesia Terang seperti saat ini.

Dengan kata lain, Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) hadir memiliki fungsi sebagai generator, koordinator, fasilitator, dan sebagai investigator dalam pengembangan CSR-CSR yang berasal dari perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional yang beroperasi di wilayah Republk Indonesia. Ini tentunya dikoordinasikan bersama Kemenkopolhukam ke seluruh jajaran pemangku kepentingan secara terintegrasi, terkoordinasi, terimplementasi berkesinambungan dan transparansi, ujar Eko Yuliarto Kepala Divisi Perencanaan LPCI yang mewakili Ketua Umum LPCI Teten Indra, menutup perbincangan.

(pung; foto nia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *