Chantiq Schagerl Sukses Lewati Masa Transisi, Akting Jadi Nafas Kariernya

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Melewati masa transisi sepanjang 6 tahun terakhir di dunia film, Chantiq Schagerl, yang kini berusia 15 tahun, di dapuk dalam Film Sajen (2018), film drama horor Starvision terbaru, paska 6 tahun Starvision memproduksi Film Hi5teria yang sukses di tonton masyarakat itu. Chantiq Schagerl atau akrab dipanggil Chacha, seolah memiliki semacam chemistery dengan Starvision yang ingin juga mengulang sukses setelah 6 tahun tak berkarya.

Pemegang Penghargaan Khusus Pemeran Anak Terpuji pada Festival Film Bandung 2012 dalam Film Hafalan Shalat Delisa (2012), Chacha terakhir terlibat dalam film Bidadari Bidadari Surga (2012). Namun demikian, di masa transisi tersebut Chacha terus mengasah aktingnya lewat Bidadari Bidadari (2013 sebagai Mutia), Terbang Bersamamu sebagai Raisha (2013), serta sebelumnya dalam Sepatu Super dan Si Kriwil Jadi 2.

Dilanjutkan Bidadari Takut Jatuh Cinta (sebagai Pelangi, 2014), di Operation Wedding The Series (2015 sebagai Windy), dan sebagai Dewi dalam Tak Kasat Mata Episode Tali Pocong Perawan (2017).

Akting adalah hal yang sangat disukainya, demikian diakuinya saat jeda di tengah tengah Film terbarunya, Sajen. Tak heran bila untuk tidak terlalu mengganggu aktivitasnya di dunia akting tersebut (selain nyanyi, red), Chacha yang kini duduk di Kelas 9, justru memilih sekolah yang metodenya semacam home schooling di sebuah sekolah kecil di luar negeri.

Chantiq Schagerl sudah memulai karir aktingnya sejak berusia 5 tahun, saat bermain di Film The Tarix Jabrix 2 (2009) bersama The Changcuters. Film yang di sutradarai Iqbal Rais, Produser Chand Parwez Servia, Penulis Hilman Mutasi, Benny Ahmad, Sofyan Jambul, serta para pemeran seperti The Changcutres, Joanna Alexandra, Judika, Ramon Y Tungka, Cecep Reza, Sellen Fetnandez, Duma Riris Silalahi, Chantiq Schagerl dan Umay Shahab).

Tiga tahun kemudian, lewat Film Hafalan Shalat Delisa, dimana Chantiq Schagerl berperan sebagai Delisa (dan juga dibintangi Reza Rahadian, red) yang mengambil setting paska gempa tsunami yang merenggut ratusan nyawa di Aceh beberapa tahun silam, mendulang sukses hingga menerima penghargaan dari Festival Film Bandung. Dan sukses ini menghantarkannya juga untuk bermain dalam Film Bidadari Bidadari Surga (2012).

Penghargaan Festival Film Bandung (FFB) merupakan bentuk apresiasi perfilman oleh Komunitas Forum Film Bandung. Pertama kali diadakan sejak tahun 1987 rutin hingga saat ini. Bahkan saat Film Indonesia’tidur’ dengan lelapnya diera 90-an, dan FFI tidak mengadakan penghargaan bagi insan perfilman, FFB tetap mengadakannya dengan memilih Film Televisi dan Film Asing dari Asia atau Barat.

Chacha yang lahir di Austria pada 4 Oktober 2003, kini tumbuh menjadi remaja putri yang cantik. Penyuka sayuran dan buah-buahan, yang rajin menjaga kebugarannya dengan berenang ini, menjalani aktivitasnya khususnya di dunia akting yang ditekuninya tersebut bak air mengalir. Terbukti di tengah kesibukkannya Chacha masih menyempatkan merilis album lagunya bersama para sahabatnya di Grup Vokal 3C.

Chacha yang memerankan karakter Keyra dalam Sajen, sosok yang berkaitan kuat atas kematian tragis sahabatnya Alanda (diperankan oleh Amanda Manopo), menitipkan pesan moral atas fenomena Bullying di sekolah-sekolah. Dan berharap aktingnya di film yang juga dibintangi Steffi Zamora, Jeff Smith, Chintami Atmanegara, Angga Yunanda, Nova Soraya, Virnie Ismail dan disutradarai Hanny R Saputra, dapat mengobati rindu para pecinta film Indonesia, khususnya penonton yang mengingat terus akting dan perannya dalam Film Hafalan Shalat Delisa.

(tjo; foto ist/q2/dokistg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *