Bertahan Hidup Bersama Pasangan di Saat Pandemi

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan sejumlah alasan Indonesia menerapkan tatanan era new normal. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah terkait dampak pandemi terhadap perekonomian yang dianggap sudah begitu mengkhawatirkan. Sehingga bila tak segera diterapkan akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban.

Kondisi keadaan keuangan yang tidak menentu dan penurunan pendapatan ini juga dirasakan oleh pasangan suami istri Guntur dan Dian yang sudah lebih dari 6 tahun malang melintang di dunia masakan dan kuliner, dari ketidak pastian tersebut pasangan ini yakin bahwa food beverage masih jadi adalah salah satu sektor tahan krisis ekonomi karena masyarakat akan selalu butuh pasokan makanan dan minuman dalam kondisi apapun bahkan kondisi serba sulit sekalipun.

Di kondisi pandemi F&B bahkan tidak kehilangan pamornya, bahkan tidak surut pelanggan dan cenderung makin ramai karena social distancing dan protokol kesehatan yang sudah menjadi bagian kehidupan new normal membuat setiap orang mesti terus menjalankan kehidupan normal dengan pola hidup bersih dan berhati-hati. “Semua orang butuh makan, memasak juga bukan pekerjaan yang mudah, apalagi tiap hari bunda-bunda kita mesti memasak 3 (tiga) kali sehari, 7 (tujuh) hari seminggu, disitulah masakan kami hadir melengkapi, menemani kebahagian bunda dan keluarga dirumah”, ujar guntur.

Berbekal kesungguhan hati yang mengandrungi dunia kuliner dan kebutuhan untuk bertahan hidup, Guntur bersama istrinya memutar otak. “Kami berdua mang juga seneng kulineran tapi kondisi pandemi gini mana mungkin, pengen banget deh ada masakan kuliner segar ajaib yang ekonomis, dengan hanya 5-10 menit bisa langsung kita nikmatin dirumah”, ujar Guntur. “Bukan hanya mesti wajib enak masakan itu juga mesti bermanfaat bagi kondisi keuangan ekonomi banyak orang yang berumah tangga seperti kami,” papar Guntur, “makanya dibuat juga program keagenan, dropship, dan reseller masakan ajaib ini”, tambahnya.

Komitmen untuk memberi kemudahan sensasi masakan kuliner yang dinikmati dirumah kepada konsumen lah masakan produk Guntur dan Dian ini lalu diberi nama Quick Cooked (si masak cepat), sesuai visinya mempermudah urusan semua orang, imbuhnya. Karena disaat pandemi ini orang tua harus pintar-pintar mencari sumber gizi, sekaligus sumber keuangan tambahan dengan menjaga imunitas tubuh terbaik bagi seluruh anggota keluarganya, maka diharapkan quick cooked jadi solusinya.

Merek Quick Cooked yang sudah dirintis 4 tahun lalu yang juga sudah diurus ijin PIRT dan Halal MUInya, Usaha kuliner Pasangan suami istri ini sekarang mempunyai 30an menu masakan andalan yang disebarkan melalu media reseller dan keagenannya sejabodetabek. Uniknya, semua masakan itu sifatnya S3 (segar siap saji) karena tiap hari diproduksi dan dibekukan.

Masakan-masakan yang diproduksi juga beragam dengan bahan baku ayam, bebek, daging sapi, dan ikan. Semuanya diolah dengan standar kesehatan protocol covid dengan target untuk disukai oleh semua anggota keluarga dirumah.

Dengan harga mulai dari Rp 30.000 kita sudah bisa menikmati sensasi enak sekeluarga seperti layaknya makan masakan di restoran tapi di sini lebih enak, lebih untung, dan lebih ekonomis.

Info Penjualan :
https://linktr.ee/Quickcooked

Untuk Ulasan Produk dan Testimony :
https://g.page/quickcooked/review?av
http://instagram.com/quickcooked

Atau bisa Order Langsung melalui :
WA 0819.05.25.05.19
.
Jika ingin jadi Dropship, Reseller, atau Agen :
WA 0812.87.66.66.06

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *