Anggota DPD RI Ungkap Enam Inovasi Milenial untuk Pendidikan di Jakarta

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Anggota DPD RI Sylviana Murni mengatakan setiap guru atau pendidik harus berkomitmen untuk membawa mengelola dan menyiapkan peserta didik agar bisa memasuki lapangan pekerjaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada lima langkah inovasi milenial yang harus dilakukan pendidik di provinsi DKI Jakarta.

Sylviana mengungkapkan hal tersebut saat menjadi keynote speaker seminar pendidikan dengan tema “Inovasi Milenial Untuk Pendidikan Di Jakarta” pada Senin, (28/10/2019),

Adapun lima langkah inovasi milenial tersebut yakni pertama meningkatkan keterlibatan peserta didik. Keterlibatan siswa di dalam kelas menjadi suatu masalah terbesar dalam dunia pendidikan. Ruang kelas biasa, dirasa cukup sulit untuk membuat siswa tetap fokus dengan materi yang diberikan. Hal ini dikarenakan pengajar tidak mengetahui apa yang sebenarnya membuat siswa tetap tertarik dengan kelas

Kedua, materi belajar disampaikan dalam bentuk permainan atau game-based learning (GBL) atau pembelajaran berbasis permainan. Untuk memotivasi siswa, GBL tidak hanya bermain tapi juga memberi penghargaan agar siswa lebih terpacu untuk belajar. “Penghargaan dapat berupa level, lencana, atau hadiah yang didapat siswa ketika menyelesaikan tugas tertentu, ” kata Sylviana.

Ketiga, pembelajaran multimodal. “Pembelajaran multimodal dapat membantu siswa dengan menggabungkan tulisan, gambar, gerakan, suara, tindakan, dan sebagainya, ” katanya.

Keempat, pembelajaran jarak jauh. Di era digital ini, jarak seharusnya bukan lagi suatu masalah dalam dunia pendidikan. “Jarak sudah bukan lagi menjadi penghalang. Namun, semudah apapun kamu mendapatkan akses pendidikan lewat internet, bila tidak ada komitmen untuk belajar, teknologi yang tersedia tidaklah berarti. Semua tetap berawal dari seberapa kuat keinginanmu untuk bisa, ” katanya.

Kelima, pembelajaran berbasis komunitas. Misalnya ketika kita sedang belajar bahasa Inggris, maka masuklah ke komunitas atau grup belajar bahasa Inggris dalam jejaring sosial. “Di dalam komunitas itu kita bisa berbagi tips belajar atau bahkan langsung berlatih di sana, ” ujar senator DKI Jakarta itu.

Keenam, virtual reality dan augmented reality. Belajar menjadi lebih efektif bila berada langsung di lokasi. Misalnya, belajar bahasa Inggris akan lebih efektif bila kita berada di negara yang berbahasa ibu bahasa Inggris. “Dengan Virtual Reality dan Augmented Reality, kita tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk belajar bahasa asing atau belajar hal lainnya, ” ujarnya.(DSK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *