6 Inovator Terbaik Lolos Diajang “Think Efficiency 2018”

AUTOINDONEWS, Jakarta-Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (KTN) yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2018 serta hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2018 Shell Lubricants bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) mengadakan kompetisi “Think Efficiency 2018”.

Acara yang diikuti oleh lebih dari 100 gagasan yang dikirimkan oleh para inovator Indonesia yang berasal dari berbagai kalangan ini sudah terpilih 6 terbaik yang berhak masuk ke tahap selanjutnya dimana proses seleksi ini sudah dilaksanakan sejak tanggal 1 Mei hingga 30 Juni 2018. Para finalis tersebut mewakili tiga karya terbaik dari masing-masing kategori yaitu inovasi Tribologi dan inovasi Energi.

“Kami sangat senang dengan antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengikuti kompetisi “Think Efficiency 2018”. Selain para inovator dari dalam negeri, kami menerima karya yang datang dari anak bangsa yang berdomisili di empat negara di luar Indonesia. Karya-karya ini juga datang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar SMU, pekerja profesional, hingga para pengajar di Universitas.” ungkap Dian Andyasuri, Director of Lubricants PT Shell Indonesia dalam siaran persnya pada Senin (16/7).

Peserta kompetisi “Think Efficiency 2018” terbuka untuk berbagai usia dan kalangan. Dari karya yang masuk, tercatat usia peserta berkisar antara 18-64 tahun dengan latar belakang beragam, dari mahasiswa perguruan tinggi, kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen, hingga profesor.

Setelah melalui proses penilaian yang meliputi aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan, didapatkan enam finalis yang akan melakukan presentasi ide di depan panelis yang terdiri dari kalangan profesional dan akademisi di tahap final yang akan diselenggarakan pada 14 Agustus 2018 mendatang di Jakarta.

Untuk kategori inovasi Tribologi, ketiga finalis terpilih adalah Dr. Anggito P. Tetuko, M.Eng dan tim dengan judul karya “Pengembangan material nano-particle (Fe3O4) sebagai bahan aditif nano-lubricant pada komponen mesin”, Daniel Martomanggolo Wonohadidjojo yang membawakan “Pemodelan dan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller”, dan ide inovasi “Rancang Bangun Teknologi Dielektrik Berbasis Lapisan Tipis (Thin Film) Kitosan Sebagai Biosensor Deteksi Kualitas Oli secara In-situ” yang diusung oleh Ikhwanuddin.

Sementara itu tiga finalis untuk kategori energi adalah tim Innovation Geeks dengan judul karya “Bio-DME is Future LPG”, tim REPGY dengan ide inovasi “Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi dengan Sel Ondri” dan tim PSSL Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang memberikan ide inovasi “Smart Home Energy Management System.”

Pada kesempatan yang sama Bambang Wahyudi, VP Technical PT Shell Indonesia menyatakan kegembiraannya dengan kualitas dan kuantitas karya di bidang tribologi, mengingat kompetisi ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Kualitas karya yang masuk telah membuat para panelis harus mendikusikannya dengan detail dan cukup alot untuk menentukan tiga karya yang dapat masuk ke tahap final. Bambang berharap kompetisi ini bisa mendorong lahirnya ide-ide baru dan akan membantu memfasilitasi proses penerapan ide-ide tersebut, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri terkait di Indonesia.

Sementara Desti Alkano Ph.D yang merupakan salah satu co-founder Energy Academy Indonesia (Ecadin) mengatakan bahwa besarnya animo dari masyarakat dalam mengikuti lomba inovasi “Think Efficiency 2018” sangat tidak diduga sebelumnya. Karya-karya yang masuk menggambarkan potensi anak bangsa dalam menelurkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat mencapai pasar.

Keenam finalis “Think Efficiency 2018” nantinya akan memamparkan ide mereka di depan para ahli dan praktisi energi dan tribologi pada tahap final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 14 Agustus 2018. Panelis di kategori Tribologi adalah ahli tribologi perawatan dan konversi energi asal Institut Teknologi Bandung Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, perekayasa BPPT Barman Tambunan, PhD dan praktisi tribologi Nugraha Kartasasmita. Sementara Syarif Riyadi, PhD praktisi industry dan co-founder Energy Academy Indonesia, Dr. Deendarlianto dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada UGM, dan Ahmad Yuniarto Founder dan Chairman Biru Peduli foundation akan menjadi panelis di kategori Energi.

Acara final “Think Efficiency 2018” akan diawali oleh seminar bertajuk “Inovasi untuk Negeri”, dimana para pembicara akan memaparkan ide dan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi khususnya di bidang Energi dan Tribologi. Selain beberapa panelis, Shell dan Ecadin juga mengundang Indra Kanoena Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama, asisten profesor Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia Dr. Chairul Hudaya, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Nasional Dr. Nandang Suhendra untuk menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

“Think Efficiency 2018” merupakan bentuk komitmen Shell di Indonesia untuk turut mendorong kemajuan talenta dan inovator masa depan dalam memikirkan tantangan energi pada beberapa dekade mendatangPekan lalu tim mahasiswa Indonesia telah membuktikan karya mereka dalam hal inovasi di sektor energi dengan menjuarai kompetisi tingkat dunia di London yaitu, Tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada menjadi juara dunia final kompetisi gagasan Shell Ideas360 dan tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berhasil menjadi juara pertama balap mobil adu cepat dan hemat energi Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (SEM DWC) Grand Final 2018 di ajang festival Shell Make the Future Live di London, Inggris.(Koes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *