24th Humaniora Foundation ‘Membumikan al-Quran’ Lewat Kepedulian Meringankan Penderitaan Orang Lain

SUARAINDONEWS.COM, Kranggan, Bekasi-Tak terasa sudah hampir seperempat abad Humaniora Foundation yang didirikan 17 Ramadhan 1415 H atau 17 Februari 1995) hadir menebarkan kebajikan untuk terus ‘Membumikan al-Quran’ lewat kepedulian meringankan penderitaan orang lain.

”Agama hadir di muka bumi untuk memenuhi panggilan kemanusiaan. Tolong menolong dalam kebajikan dan takwa. Teks suci (al-Quran) sudah semestinya direinterpretasi dengan pembacaan yang lebih humanis, dan emansipatif, berdasarkan realitas kekinian yang sedang kita dihadapi,” kata Eddie Karsito, sang Pendiri.

Kitab-kitab suci agama itu pesan suci yang harus dimaknai. Diimplementasikan dalam kehidupan nyata (amal shalih) untuk kemaslahatan manusia. Kitab-kitab agama itu dihadirkan, dinyatakan dalam perbuatan. Selain dijadikan petunjuk, dan menjadi acuan pokok bagi manusia dalam menjalani kehidupan, lanjut Eddie lagi.

Dan untuk memperingati hari jadi Humaniora Foundation ke-24 ini, memberikan kesempatan yang mulia bagi sejumlah donatur untuk tidak kehilangan kesempatan untuk meringankan penderitaan orang lain dengan memberikan santunan bagi para janda lanjut usia berprofesi sebagai pemulung, di Kranggan Permai, Jatisampurna, Bekasi, Jum’at (24/05/2019).

Dan hari jadi Humaniora Foundation yang selalu diperingati bersamaan dengan momen Nuzulul Quran (turunnya al Qur’an) ini diawali dengan acara berbuka puasa bersama, pemberian santunan bagi anak yatim, kaum dhua’fa dan janda lanjut usia berprofesi sebagai pemulung. Dimana santunan yang diberikan berupa uang tunai, bingkisan makanan, perangkat ibadah (sarung), dan sumbangan lainnya.

Turut hadir untuk menyampaikan tausyiah dan doanya, datang dari sejumlah penceramah muda, antara lain; ustadz Ferdy Husainy, ustadz Wahyudin Yuha, ustadz Rizal Fauzi, serta tokoh spiritual Panglima Langit.

Sementara sejumlah donatur yang memberikan sumbangan pada kegiatan sosial ini yakni para artis yang tergabung di Komunitas Amal Sedekah Ikhlas Hati (KASIH), antara lain; Ageng Kiwi, Roman D. Man, Ratna Listy, Dean Desvi, Lia Emilia, dan Renny Agustine. Sumbangan lain juga datang dari artis senior Yati Surachman, pianis Dhikapatrick, dari artis pendatang baru Adeliyana Indahsari, serta dari pekerja seni, Rachmat.

Bagi Ageng Kiwi, kadang kita berniat membantu tetapi sering kali kehilangan kesempatan untuk meringankan penderitaan orang lain. Kesempatan itu berlalu begitu saja karena kita tidak tanggap terhadap kebutuhan mereka. Empati adalah kunci yang dapat membuka peluang bagi kita untuk berbuat kebaikan. Merasakan apa yang dialami orang lain. Mengasihi saudara-saudara kita, seperti nenek-nenek janda pemulung ini, ujarnya.

Seperti diketahui, Ageng Kiwi rutin setiap minggu menyelenggarakan aksi sosial ‘Jum’at Berkah’. Dimana setiap hari Jum’at dengan aksi ‘Bank Nasko’ membagikan nasi kotak keliling untuk para pemulung, anak jalanan, tukang becak, dan tukang ojek, terang Ageng.

Sementara aktor film, Roman D. Man, menyampaikan bahwa pentingnya mengajarkan empati dan mewariskan budi pekerti dengan memberi contoh langsung. Karena kita tidak cukup hanya bercerita tentang pentingnya menghargai dan membantu orang lain. Tanpa memberikan contoh langsung terjun dalam situasi seperti ini. Memberi respon sekaligus melatih empati itu dimulai dari diri sendiri, ujar Roman.

Turut menyemarakkan kegiatan amal ini, artis lainnya diantaranya aktor senior Iwan Burnani, Five V. Rachmawati, Irma Darmawangsa, Lisda Oktavianti, Irfan Sebastian, Livi Andriany, Aksay, Ratna Pandita, Lia Bulmat Raeshard, Ferly Putra, dan artis lainnya, serta sejumlah wartawan.

Humaniora Foundation didirikan seniman, budayawan dan pekerja sosial, Eddie Karsito, bersama para artis, seniman dan pemerhati sosial lainnya. Lembaga nirlaba yang berbadan hukum Akte Notaris R. Sabar Partakoesoema, SH Nomor : 19 Tahun 1995. Bergerak dibidang pelayanan sosial, pendidikan dan kegiatan budaya. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan formal dan non-formal secara gratis, serta menyalurkan bantuan sosial dan santunan.

Humaniora Foundation juga menyelenggarakan berbagai kajian sosial budaya, dalam bentuk seminar, workshop, diskusi, pelatihan jurnalistik, pelatihan seni peran, maupun pendidikan sinematografi.

Bekerjasama dengan RCTI dan institusi lainnya Humaniora Foundation menggelar ”Lomba Foto Masjid Waris Tamadun Islam (1996),” bekerjasama dengan Tabloid Hikmah memproduksi “Kuis Insan Cita TPI” (1995) dan “Kuis Ramadhan” SCTV (1996). Dengan Yayasan Ar-Rahmah menggelar “Tabligh Akbar” di Stadion Utama Senayan Jakarta (2001).

Tahun 2003 Humaniora Foundation ikut memprakarsai “Pameran Seni Rupa Film Indonesia” dalam rangka Hari Film Nasional bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Film Indonesia, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Tahun 2008 bekerjasama dengan PT. Cahaya Insan Suci menerbitkan buku “Menjadi Bintang Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film dan Televisi.”

Humaniora Foundation pun melahirkan banyak sineas yang kini menempati posisi penting di industri perfilman dan pertelevisian di tanah air, baik sebagai aktor, aktris, penyanyi, musisi, penulis skenario, sutradara dan praktisi pertelevisian. Sebagian yang lain ada juga yang menjadi wartawan media cetak, radio dan televisi, pembawa acara, presenter dan pembaca berita televisi (penyiar).

Bahkan aksi sosial “Misi Kemanusiaan Universal Barang Bekas Menolong Sesama”, Humaniora Foundation secara rutin mengumpulkan sumbangan barang bekas dari masyarakat dan barang milik artis. Sumbangan tersebut langsung disumbangkan dan sebagian dijual. Dari hasil penjualan dananya juga disalurkan untuk diberikan kepada para dhu’afa, fakir miskin, anak yatim, piatu, janda lanjut usia, dan pemulung.

Begitu pun, Humaniora Foundation melalui Sanggar Humaniora membimbing ratusan siswa, pelajar mahasiswa, anak-anak dan remaja putus sekolah yang dididik informal melalui pendekatan seni peran dan budi pekerti secara gratis.

Selain melalui Rumah Singgah Bunda Lenny, Humaniora Foundation telah melakukan aksi sosial ratusan kali, baik peduli sosial, santunan yatim dan dhua’fa, membantu korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, serta pelayanan pendidikan non-formal.

Disamping Humaniora Foundation membina ratusan pemulung, fakir miskin, dan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta), dan di Baleendah Bandung.

Oleh karenanya, sejumlah artis dan selebriti pernah membantu Humaniora Foundation diantaranya Ageng Kiwi, Iwan Fals, Krisdayanti, Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier, Yuni Shara, Inul Daratista, Mayangsari, Nikita Willy, Anisa Bahar, Juwita Bahar, Tiara Bahar, Iis Dahlia, Ike Nurjanah, Misye Arsita (almarhumah), Pretty Asmara (almarhumah), Mella Yong (almarhumah), Meca Alba, Ratu Eva, Chan Kwie, Iqbal Perdana, Roman D. Man, Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita, Krisna Mukti, Ayu Azhari, Marshanda, Yati Surachman, Pong Hardjatmo, Ray Sahetapy, Alfian Kadang*, Grup Vokal ‘LAKI’, Dina ‘Sabun Colek,’ Suryandoro, Eny Sulistyowati, Gebby Pareira & Qonita, Ratu Bidadari, Ratna Listy, Panglima Langit, Gubernur Band, pianis Dhikapatrick, artis dan manajemen Nagaswara, artis dan manajemen Positif Art, dan para donatur lainnya.

(pung; foto dok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *