2018 GNI Fokus Pengembangan Infrastruktur dan Tata Kerja

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Di tahun 2018, Galeri Nasional lndonesia memfokuskan programnya terkait dengan pembangunan fisik atau pengembangan infrastuktur, dan pengembangan organisasi tata kerja untuk menuju peran dan fungsi Iembaga Galeri Nasional Indonesia yang lebih baik dan representatif.

Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Galeri Nasional Tubagus Andre Sukmana, saat didampingi Sumarmin Kabag TU sekaligus Kepala Perawatan Koleksi GNI, Zamroen Setianegara selaku Kurator GNI dan Firdaus Kepala Bagian Rumah Tangga GNI, dalam Kaleidoskop Aktivitas Galeri Nasional Indonesia 2017 dan Menyongsong Aktivitas 2018.

Diantaranya GNI segera membuka perpustakaan yang dapat diakses masyarakat umum, terutama untuk keperluan studi dan riset. Dan akan dibukanya satu ruang pameran untuk dapat memamerkan karya-karya lukis anak-anak, mengingat begitu besarnya minat kunjungan anak-anak pada GNI.

Untuk Pameran Tetap GNI berencana menambah/mengganti beberapa karya koleksi GNI/Koleksi Negara untuk dipamerkan. Selain juga akan melakukan peningkatan tata pameran dengan penambahan data dan informasi audio serta aplikasi digital. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada publik dalam mengakses dan mengapresiasi karya-karya koleksi GNI/koleksi Negara secara lebih komprehensif.

Dan terkait dengan pameran temporer GNI mengagendakan berbagai pameran seni rupa seperti Pameran Manifesto, Pameran Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Pameran Maestro Seni Rupa Indonesia, Pameran Tunggal Kartika Affandi, Indonesia Art Awards, Pameran Karya Para Pemenang U08, Pameran Perupa Gorontalo, Pameran Keliling Karya Koleksi GNI dan Perupa Aceh di Aceh, Pameran Keliling Karya Koleksi GNI dan petupa Jawa Barat di Jawa Barat, serta Pameran Keliling Karya Koleksi GNI di Brunei Darussalam.

Aktivitas Iain yang telah dilaksanakan GNI pada tahun 2017 terkait tugas dan fungsinya adalah perawatan koleksi meliputi konservasi, restorasi, akuisisi dan hibah karya. Pada tahun ini, GNI melakukan konservasi preventif pada 80 karya, penggantian pigura sebanyak 65 buah, dan restorasi 13 karya.

Pengadaan (akuisisi) koleksi seni rupa karya seniman pilihan tim juri yang terdiri atas tim kurator GNI untuk dijadikan sebagai koleksi GNI (koleksi Negara), serta hibah karya seni rupa dari perupa Iangsung ke GNI untuk dijadikan koleksi GNI. Karya yang diakuisisi GNI pada 2017 sebanyak sepuluh karya dari enam perupa, diantaranya lukisan karya ivan Sagita “Procession”, karya Kartika Affandi “Rumah Petani Austria”, karya Hardi “Presiden RI Tahun 2001″, karya I Wayan Sika “Mysteryof Nature”. karya I Made Djirna “Tragedi 2000”, sketsa karya X-Ling “Hari Besar Umat Hindu di Bali”, sketsa karya X-Ling “Jalan Rajawali Surabaya”, sketsa karya X-Ling “Jalan Jembatan Merah Surabaya”, sketsa karya X-Ling “Hotel Siamet” dan sketsa karya X-Ling “Jalan Gajah Mada Jakarta.

Sedangkan karya yang dihibahkan langsung dari perupa ke GNI adalah karya instalasi berupa 1 set kursi tamu karya Budi Ubrux ‘Mereka yang Terhormat”, karya fotografi SuherryArno “Benteng”, dan lukisan karya Yos Suprapto “Tulang Rusuk Lelaki”.
Khusus untuk kegiatan terkait kemitraan GNI juga meminjamkan 10 karyanya seperti di Pameran Seni Rupa Koleksi Galeri Nasional Indonesia dalam rangka Wonders of Indonesia di National Art, Gallery.Palace,SofIa, Bulgaria seperti karya Popo Iskandar “Kucing”, karya Nyoman Arsana “Mitos”, karya Batara Lubis “Ke Pasar”, karya AD Pirous “Kaligrafl Biru #5″, karya Affandi “Perahu-Perahu”, karya I Ketut Tagen ”Upacara”, karya Sentot “Bukit”, karya Fadjar Sidik “Dinamika Keruangan #IV”, karya Hatta Hambali “Gerak Kehidupan”, dan karya Mulyadi “Gadis”.

Sementara di Pameran Between Worlds: Raden Saleh and Juan Luna dl Singtel Special Exhibition Gallery C, National Gallery, Singapore, GN| meminjamkan 1 (satu) karya Raden Saleh berjudul “Kapal Dilanda Badai”. Dan di pameran “Powerand OtherThings” dalam rangka Europalla Arts Festival Indonesia di Galeri Seni Bozar, Centre for Fine Arts, Brussels, Belgia, lukisan karya S.Sudjojono berjudul ‘Tjap Go Meh’, juga dipinjamkan.

Diharapkan pengembangan infrastruktur GNI di tahun 2018 dapat berjalan sesuai dengan rencana yang diajukan, termasuk hadirnya ruangan pameran bagi karya lukis anak-anak, peningkatan program KitaSketsa, penambahan fungsi audio di ruangan pameran tetap GNI, serta penuntasan legalitas aset GNI agar pelaksanaan pembangunan GNI dapat berjalan di tahun depan, harap Tubagus Andre Sukmana sebelum menutup Kaleidoskop Aktivitas Galeri Nasional Indonesia 2017 dan Menyongsong Aktivitas 2018.
(tjo; foto gha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *